Depan Profil Sejarah Desa Salakadomas

Sejarah Desa Salakadomas

SEJARAH BERDIRINYA DESA SALAKADOMAS : SEBUAH CATATAN OTENTIK

 

Berdasarkan tutur lurus dari para pelaku sejarah yang masih hidup dan dokumen setempat, Desa Salakadomas secara resmi merupakan hasil pemekaran dari wilayah Desa Randobawailir. Cikal bakalnya adalah Dusun Pahing, yang dalam keseharian masyarakat lebih dikenal dengan sebutan Dusun Salaka. Pada masa itu, sebagai bagian dari desa induk, akses dan pelayanan terhadap dusun ini terasa jauh dan terbatas.

Dorongan untuk memiliki kemandirian pemerintahan berawal dari inisiatif delapan tokoh masyarakat yang kemudian dikenang sebagai Pelopor Pemekaran. Mereka adalah: Bapak Haerudin, Nuska, Karna, Sarma, Subai, Abdul Majid, Bahrudin, dan Jakaria. Kedelapan tokoh ini, setelah melalui berbagai musyawarah internal warga, secara formal mengajukan permohonan pemekaran kepada Kepala Desa Randobawailir, Bapak Adromi.

Proses usulan ini kemudian berlanjut melalui jenjang pemerintahan yang berlaku, dari tingkat Kecamatan hingga ke Pemerintah Kabupaten Kuningan. Atas kebijaksanaan dan visi pembangunan yang merata dari Bupati Kuningan saat itu, Bapak R.H UU RUKMANA, aspirasi masyarakat disambut baik. Akhirnya, pada Tahun 1980, pemekaran disahkan secara resmi dan lahirlah Desa Salakadomas.

 

Pemilihan nama desa ini penuh makna, merujuk langsung pada asal-usul dan semangat pendiriannya. "Salaka" diambil dari nama lokal Dusun Pahing, sementara "Domas" merupakan akronim dari frasa dalam Bahasa Sunda, "Didorong ku Masarakat", yang secara harfiah berarti "Didorong oleh Masyarakat". Nama ini menjadi pengingat abadi bahwa desa ini lahir dari sebuah gerakan akar rumput yang kolektif.

 

ESTAFET KEPEMIMPINAN: TONGGAK-TONGGAK PEMBANGUNAN

 

Sejak resmi berdiri, Desa Salakadomas dalam perjalanan pemerintahannya telah dipimpin oleh beberapa Kepala Desa, baik yang berstatus Penjabat Sementara (Pjs) maupun definitif. Setiap periode kepemimpinan meninggalkan jejaknya dalam pembangunan desa:

 

  • Masa Perintisan (Awal 1980-an) : Bapak W. Sutisna memimpin sebagai Pjs (1982-1983), memastikan kelancaran transisi dan konsolidasi awal pemerintahan desa yang baru.
  • Era Konsolidasi & Fondasi : Bapak Abdul Majid (1983-1991), salah seorang tokoh perintis, memimpin secara definitif untuk pertama kalinya, membangun tata kelola dan fondasi dasar desa.
  • Masa Transisi & Regenerasi : Diselingi oleh kepemimpinan  Pjs seperti Bapak Cece Mulyana, Sos (1992-1993) dan Bapak Ujang Soka, Sos (2016-2017), yang menjembatani masa pergantian kepemimpinan definitif.
  • Era Pembangunan Berkelanjutan : Dipimpin oleh sejumlah Kepala Desa definitif yang masing-masing berkontribusi dalam periode panjang, yaitu :
  • Bapak Udin Bahrudin  (1994-2002)
  • Bapak Emo Sunarma (2002-2010)
  • Bapak Saidi (2010-2016)
  • Bapak Sunadi (2017-2020)
  • Masa Penyesuaian & Persiapan : Bapak Eno Sukarna, Sos (Pjs, Juni-Oktober 2017) dan Bapak Darkum, S.E. (Pjs, 2020-2021) memimpin dalam periode-periode persiapan menuju kepemimpinan berikutnya.
  • Era Kini (2021-Sekarang) : Kepemimpinan desa saat ini dipegang secara definitif oleh Bapak Agus Nurudin, yang mengemban amanah untuk melanjutkan pembangunan dan mengarahkan Desa Salakadomas menghadapi tantangan masa depan.

 

Dengan demikian, sejarah Desa Salakadomas tidak hanya tercatat pada tahun 1980 sebagai tahun kelahirannya, tetapi juga terukir dalam setiap periode kepemimpinan yang telah dilalui. Dari sebuah dusun bernama Salaka, melalui dorongan masyarakat ("Domas"), desa ini terus berkembang dengan semangat yang diwariskan oleh para pendirinya, di bawah kepemimpinan para Kepala Desa yang menjadi pelayan publik di setiap zamannya.